EdanE - The beast, 1992

The Beast adalah album studio perdana yang dirilis oleh group musik EdanE yang dirilis pada tahun 1992 dengan label Airo. Dalam album ini warna edane dalam bermusik masih sangat garang karena aroma ngerock sangat kental dan tak dapat dipandang sebelah mata. Hits dalam album ini adalah "ikuti" dan "the beast". Para pecinta musik pada waktu itu merasakan ada hawa musik baru yang menggertarkan jiwa. Namu itu semua tidak berlangsung lama karena ada masalah intern dalam tubuh edane maka Ecky lamoh pun hengkang dari edane.

Ketika lagu the beast dalam proses pembuatan, Ecky yang menciptakan melodi lagu the beast dengan "bahasa inggris nyamuk", mengalami kemujuran karena lirik lagu tersebut diperbaiki oleh Sawong Jabo. Juga, ketika Ecky menciptakan melodi lagu you dont have to tell me lies, yang lagi-lagi dengan bahasa inggris nyamuk, mendapat sekali lagi kemujuran karena teks inggrisnya diperbaiki oleh salah seorang teman Jimmy Doto yang orang inggris dan seorang guru bahasa inggris pula yang bernama John.

Sedangkan lagu liarkan rasa adalah lagu pertama yang dibuat di album edane melodi lagu sepenuhnya dibuat oleh Ecky Lamoh dan Ali Akbar. Liarkan Rasa juga adalah lagu yang pertama selesai penggarapannya di ablum edane. Dengan modal bahasa Inggris yang sangat terbatas itu pula Ecky menciptakan sendiri melodi lagu serta lirik lagu yang berjudul life.

Suatu hari Ecky mendengar ada melodi lagu yang dimainkan secara asal-asalan oleh Eet Sjahranie dan direkam dalam pita kaset, lalu setelah bisa meyakinkan Eet bahwa ia tidak akan mempermalukan Eet karena melodi asal-asalan itu, maka oleh Ecky melodi asal-asalan itu diolah dan Ecki sendiri yang menulis lirik lagunya, maka jadilah lagu Masihkah ada senyum

Lagu ikuti adalah ciptaan Iwan Xaverius.  Tetapi pada proses lagu ikuti yang begitu kuat kadar rock and roll nya dibelah juga oleh Ecky. Karena pada mulanya Ecky tidak hafal pada lagu ikuti yang masih mentah, maka melodi lagu ikuti jadi berubah total. Melodi lagu ikuti yang sekarang ini kita tahu tercetus begitu saja dari mulut Ecky Lamoh yang bernyanyi berdasarkan lirik yang ditulis oleh Tantowi dan Ecky Lamoh sendiri. Sedangkan intro gitar dan reff lagu ikuti tetap menggunakan yang dibuat Iwan Xaverius.
  1. Evolusi
  2. Ikuti
  3. The Beast
  4. Masihkah Ada Senyum
  5. Menang atau Tergilas
  6. Life
  7. Opus#13 (Ringik Turangga)
  8. Liarkan Rasa
  9. You Don't have To Tell Me Lies
Pecel Nihara       Vocal
Eet Sjahranie       Gitar
Iwan Xaverius     Bass
Fajar Satriatama  Drum

Conny Dio 1990 - 1998

Conny Christa Yuni Dio - lahir dengan nama Conny Tritayuni di Cimahi, 15 Juni 1975 - adalah seorang penyanyi Indonesia. Memulai karir menyanyi lewat sejumlah perlombaan. Ia juga dikenal sebagai lady rocker era 90an bersama alm. Nike Ardilla dan Inka Christie. Lagu-lagunya yang terkenal antara lain : Setitik Air, Bawalah Aku Pergi, Langkah Pasti, Belenggu Pintu Cinta dll.

Langkah Pasti
Esok Yang Ceria - 1993
Belenggu Pintu Cinta
Ingin Kucari - 1996
  1. Baru Kau Sadar
  2. Biarkanlah
  3. Cinta Putih
  4. Ingin Kucari
  5. Jalan Panjang Berliku
  6. Keadaan
  7. Pergilah Kau Kasih
  8. Pijar
  9. Terserah
  10. Tinggalah Kenangan
Do'a Seorang Kekasih
Hilang - 1998

God Bless - 36th 2009

36th adalah album studio keenam  dari God Bless yang dirilis pada tahun 2009 dengan label Nagaswara dan Kharisma Jaya Mentari. Judul album menandakan usia dari Band God Bless sejak mulai terbentuk pada tahun 1973. Tulisan God Bless pada sampul album menggunakan jenis huruf yang sama yang digunakan pada album pertama mereka.

Pada album ini, lagi-lagi God Bless tampil dengan formasi baru, kali ini karena pengunduran diri dari Teddy Sujaya, Jockie Surjoprajogo dan Eet Sjahranie dengan alasan yang berbeda-beda pada tahun 2001. Jockie Surjoprajogo pergi  dengan alasan tidak puas dengan God Bless. Teddy Sujaya pergi karena adanya ketidakcocokan dengan Log Zelebour dan Eet Sjahranie mengundurkan diri karena membentuk sebuah band baru yang bernama EdanE setelah mendapatkan tawaran dari Sony BMG. 

diri mereka ini membuat pembuatan allbum baru menjadi terkatung-katung. Setelah mencoba merekrut pemain baru dan gagal, akhirnya Ian Antono mengajak Abadi Soesman untuk bergabung kembali pada tahun 2006. Yaya Moektio yang pernah bersama Ian Antono di Gong 2000 diajak untuk bergabung juga untuk menggantikan Teddy Sujaya.

Album 36th ini mengakhiri tidur panjang God Bless sekitar 12 tahun lamanya sejak merilis album Apa Kabar dan kembali mengusung aliran Rock Progresif. Walaupun tidak segarang dengan album-album sebelumnya, namun God Bless masih bisa menghasilkan karya yang energik dan dinamis.

Majalah Rolling Stone sangat berperan dalam promo album ini. Sebelum muncul dipasaran, CD versi demo yang berisi empat lagu baru diedarkan sebagai bonus CD pada majalah Rolling Stone Indonesia no. 49 2009, yang juga memuat satu wawancara dan satu artikel perjalanan God Bless. Ini semua berkaitan dengan hari jadi majalah tersebut yang jatuh pada 7 Mei 2009.

Achmad Albar                Vocalist
Ian Antono                     Guitaris
Donny Fatah                   Bassis
Abadi Soesman              Keyboard
Yaya Moektio                 Drum



01. N.A.T.O (Ian Antono)
02. Prahara Timur Tengah (Ian Antono)
03. Karna Kuingin Kau Bahagia (Abadi Soesman)
04. Biarkan Hidup (Donny Fatah)
05. Pudar (Ian Antono)
06. Jalan Pulang ( Ian Antono)
07. Sahabat (Donny Fatah)
08. Syair Untuk Sahabat (Ian Antono)
09. Dunia Gila (Ian Antono)
10. Rock N Roll Hidupku (Abadi Soesman)

God Bless - Apa Kabar? 1997

Apa Kabar adalah album kelima dari God Bless yanng dirilis pada tahun 1997. Lagu "Apa Kabar?" dalam album ini menggambarkan suka cita tentang bersatunya kembali God Bless setelah vacum selama delapan tahun lamanya.

Dalam album ini, God Bless tampil dengan formasi dua gitaris yaitu Ian Antono dan Eet Sjahranie. Album ini adalah album terakhir God Bless bersama Eet Sjahranie. Setelah menggarap album ini, Eet Sjahranie memilih untuk lebih fokus dengan project barunya bersama band EdanE yang didirikannya pada tahun 1991.

Achmad Albar              Vocalist
Ian Antono                   Guitaris
Eet Sjahranie                Guitaris
Donny Fatah                 Bass
Jockie S                       Keyboard
Teddy Sujaya               Drum


01. Apa Kabar? (Teddy Sujaya/Jockie S/Ian Antono/Sawong Jabo)
02. Anakku (Jockie S)
03. Srigala Jalanan (Teddy Sujaya/Eet Sjahranie/Donny Fatah/Sawong jabo)
04. Asasi (Ian Antono/Ali Akbar)
05. Diskriminasi (Eet Sjahranie/Ian Antono/Ali Akbar)
06. Roda Kehidupan (Ian Antono)
07. Pengamen Kecil (Jockie S/Sawong Jabo)
08. Balada Si Toha (Jockie S)
09. Nurani (Ian Antono)
10. Kembali (Ian Antono)

God Bless - Raksasa 1989

Raksasa adalah album keempat dari God Bless yang dirilis pada tahun 1989 dan menjadi satu-satunya album God Bless yang dirilis tidak terlalu lama dari album sebelumnya. 

Pada album ini Eet Sjahranie menggantikan posisi dari Ian Antono sebagai gitaris. Dengan gaya permainan gitarnya yang banyak terpengaruh oleh musik Van Helen dan AC/DC. Pengaruh permainan Eet Sjahranie terlihat sangat nyata dalam album ini, God Bless terlihat lebih garang, lebih keras dan sarat dengan trend musik rock pada era akhir 80-an, seperti terlihat pada lagu Maret 1989, Menjilat Matahari, Emosi, Pemburu Ilusi, Sang Jagoan dan Raksasa. 

Album ini menampilkan logo baru dari band God Bless, yang juga ditampilkan pada album kompilasi The Story of God Bless. Logo ini sedikit dimodifikasi pada album selanjutnya.

Achmad Albar             Vocalist
Donny Fatah                Bass
Eet Sjahranie               Guitaris
Jockie Soerjoprajogo  Keyboard
Teddy Sujaya              Drum, Percusion



01. Maret 1989 (Donny Fatah/Jockie S)
02. Menjilat Matahari (Jockie S)
03. Misteri (Jockie S)
04. Emosi (Eet Sjahranie/Achmad Albar)
05. Cendawan Kuning (Jockie S)
06. 2002 ( Jockie S)
07. Pemburu Ilusi (Donny Fatah)
08. Sang Jagoan (Jockie S/Sawong Jabo)
09. Anak Kehidupan (Jockie S/ Sawong Jabo)
10. Raksasa (Tedyy Sujaya/Rudy Gagola/Jockie S)

God Bless - Cermin 1980

Cermin adalah album kedua yang dirilis oleh group band God bless pada tahun 1980. Album ini penuh dengan nuansa rock progresif yang rumit dan menonjolkan skill tiap personil memainkan instrumen musiknya melalui aransemen yang jelimet. Beberapa lagu menjadi sangat panjang melampaui panjang lagu rata-rata (3-4 menit) pada saat itu. "Anak Adam" menjadi lagu terpanjang (11 menit 59 detik) penuh dengan atraksi ketrampilan tiap personilnya.

Album ini melawan arus indurtri musik saat itu. Dengan konsep rock progresif seperti itu, album ini dianggap lahir mendahului jamannya. konsumen tidak siap untuk menerimanya. Akibatnya, Cermin mmerupakan album God Bless yang paling jeblok penjualannya. Akan tetapi dari segi pencapaian estetika musik, Cermin melampaui album God Bless manapun.

Album ini yang paling banyak dicari oleh para kolektor, sayangnya cermin adalah satu-satunya album God Bless yang tidak dirilis dalam bentuk CD. Master rekaman yang semula dimiliki oleh JC Record kini dimiliki oleh Logiss Record. Belum diketahui mengapa pihak Logiss Record tidak mengeluarkan rilis ulang dari album yang banyak diburu oleh para kolektor ini.

Achmad Albar         Vocal
Ian Antono              Guitar
Donny Fatah            Bass
Teddy Sujaya          Drum, Percusion
Abadi Soesman       Keyboard

01. Cermin (Donny Fatah)
02. Selamat Pagi Indonesia (Ian Antono)
03. Musisi (Donny Fatah)
04. Balada Sejuta Wajah (Ian Antono)
05. Sodom & Gomorah (Ian Antono)
06. Anak Adam (Benny Likumahua/Donny Fatah)
07. Insan Sesat (Abadi Soesman)
08. Ingat (Donny Fatah)
09. Tuan Tanah (Ian Antono)